Lowongan Pekerjaan (Sebuah Tausyiah)

May 25th, 2007 by aness5577

Sebuah lowongan istimewa telah dipersiapkan sebelum alam ini diciptakan. Lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian, tanpa melihat pengalaman kerja, tanpa ijazah, tanpa koneksi. Lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak, perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan, orang bodoh, orang cerdas, dll. Setiap pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima ! LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI : A. Penghuni Syurga B. Penghuni Neraka UNTUK POSISI A DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB : ———— ——— ——— ——— — Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa : 1. Nikmat kubur. 2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar. 3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim. Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia. Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia" (HR.Muslim). Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah ‘merasakan’ ridha Allah dan kesempatan merasakan ‘wajah’ Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia, yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang." UNTUK POSISI B DIPASTIKAN AKAN MENIKMATI BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI : ———— ——— ——— ——— ——— ——— - Kandidat dipastikan mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejap kemudian dipindahkan ke tumpukan api unggun yang menyala-nyala di muka bumi ini maka ia pun akan merasa lega. Neraka sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu khawatir segera mati kalau dibakar, karena tubuh penghuninya akan dibuat sedemikian rupa hingga mampu memuai kalau dibakar (seperti kerupuk bila digoreng). Rasulullah SAW bersabda, "Di neraka gigi seorang kafir akan (memuai) hingga sebesar gunung Uhud, dan (tebal) kulitnya membentang sejauh tiga hari perjalanan." (diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR. Muslim) Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, "Neraka dipegang oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuh puluh ribu malaikat" (HR.Muslim) Rasulullah SAW bersabda, "Allah mempunyai malaikat yang jarak antara kedua belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan." (Abu Daud, Ibn Hanbal) Oh, ya. Fasilitas ini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat. Selain fasilitas tersebut, para kandidat akan melewati masa training yang lamanya mencapai ribuan tahun, yaitu : 1. Training indoor di dalam kubur berupa siksa kubur dan ‘hidup’ dalam kesengsaraan ditemani ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan. 2. Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan tahun, dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa. Bapak, ibu, anak dan saudara-saudaranya tak mampu menolong karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Bahkan para nabi pun tidak mampu menolong, kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong umatnya yang rajin bersholawat padanya. SYARAT-SYARAT PELAMAR ———— ——— - Tidak diperlukan ijazah. - Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok. - Tidak perlu bawa harta. - Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi. Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal karya Anda sendiri. WAKTU WAWANCARA ———— — Wawancara tahap 1, dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu." (hadist hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Ibn Hanbal) Perlu diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan ibu. Wawancara tahap 2, hanya Allah yang tahu. LOKASI DAN LAMA WAWANCARA ———— ——— —- Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggungjawabann ya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawabann ya). PEWAWANCARA ———– Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Munkar dan Nakir. Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang Penguasa Hari Kemudian. WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN ———— ——— ——— —– 1. Siapa Tuhanmu ? 2. Apa agamamu ? 3. Siapa nabimu? 4. Apa kitabmu? 5. Di mana kiblatmu ? 6. Siapa saudaramu? Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena hanya dengan keimanan dan amal kitalah yang akan menjawabnya. CARA MELAMAR ———— Sekali lagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamar pun Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber malaikat yang bernama Izrail a.s. Ia akan menjemput anda kapan dan di mana saja (bisa jadi sebentar lagi). BENARKAH LOWONGAN INI ? ———— ——— — Simaklah hadits di bawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam ini yang tidak mampu kita ketahui, apalagi mengenai akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan di langit (berkeriut-keriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan" (HR. Tirmidzi & Al-Bukhari) Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Allah, dan sementara Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di depan terompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih banyak di antara kita yang masih terlena dengan dunia ini dan bergelimang dalam alam pikirannya sendiri. Tidak sadar ia bahwa dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di akhirat. MAU MELAMAR KE POSISI MANAKAH KITA…?

Bersyukur

May 25th, 2007 by aness5577

Saya Bersyukur : Untuk Istri Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin, Karena Istriku DIRUMAH malam ini, dan TIDAK bersama orang lain … :-) BERSYUKUR UNTUK SUAMI Yang duduk bermalasan di Sofa Sambil baca koran males-malesan, Karena doi bersama aku dirumah dan Tidak keluyuran .. apalagi ke Bar malem ini. Bersyukur untuk anakku Yang selalu PROTES dirumah Karena artinya … dia sedang dirumah dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan BERSYUKUR untuk Pajak yang saya bayar karena artinya … Saya bekerja … atau Punya penghasilan … BERSYUKUR untuk rumah yang berantakan… Karena artinya saya masih punya kesempatan melayani orang-orang yang mengasihi saya … BERSYUKUR untuk baju yang mulai kesempitan karena artinya … Saya bisa lebih dari cukup untuk makan … BERSYUKUR pada Bayangan yang mengikutku Karena artinya … Aku tidak disilaukan oleh Matahari … BERSYUKUR untuk Kebun yang harus dirapikan dan perkara yang harus dibetulkan dirumah .. !! Karena artinya … saya punya Rumah !!! BERSYUKUR akan berita orang yang lagi DEMO … karena artinya Kiat masih PUNYA kebebasan untuk berbicara BERSYUKUR untuk dapat tempat parkir yang paling jauh … Karena artinya saya masih bisa berjalan kaki … dan diberkati dengan kendaraan yang saya bisa bawa … BERSYUKUR pada wanita yang duduk dibelakangku yang nyanyi FALS Karena artinya … saya masih bisa mendengar BERSYUKUR untuk Cucian … Karena artinya … saya punya baju yang bisa dipakai … BERSYUKUR karena kepenatan dan kelelahan kerja setiap hari … karena artinya … SAYA mampu bekerja keras setiap hari … :-) BERSYUKUR mendengar Alarm yang mengganggu di pagi hari … Karena artinya … SAYA MASIH HIDUP …. AKHIRNYA … BERSYUKUR dengan banyaknya E-mail yang masuk .. KARENA ARTINYA SAYA MASIH PUNYA ANDA YANG MEMPERHATIKAN SAYA.. !! Kirim e-mail ini, kepada orang yang anda kasihi … . Saya baru mengirimnya … :-) Hiduplah, Tertawalah, & Kasihi sesama dengan seluruh HATIMU .. !!

“Mengeluh”

March 2nd, 2007 by aness5577

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.
"Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!"
"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu

kan

bukan "job-des" gue"
"Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.
Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di

Indonesia

? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Try it now:

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.

3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."   

Untukmu…Ibu……………..

January 11th, 2007 by aness5577

Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria
berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota
tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba
kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah
yang membuat sang pria jatuh hati.

Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya
menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah
mereka
duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang
terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi
keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan
untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia
sudah
menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.

Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan
wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus
berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya,
sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu,
umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).

Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang
tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena
gagal
membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut
mereka akan sangat merugikan masa depannya.

Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia
memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu
keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh
orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci
anaknya di
dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.

Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah
ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat
terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian
memohon
pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.
Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar,
perkawinan
mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi
anaknya
akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya,
bisnis yang
akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.

Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan
permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan
anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan
untuk
membiayai hidupnya di tempat lain.

Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia
sadar
bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak
kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota
ini,
tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan
uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan
sangat
sulit?.

Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk
meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia
memilih
berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus
mencari
kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. “Walaupun ia
kelak
bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang
berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua”, kata sang ibu.

Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan
bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar
bahwa
keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah
melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama
dalam
menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak
kuat
lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah. Tetesan air
mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.

Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan
lain. Ia
terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota
itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia
bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

==========0000000000==============

Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah
menjadi
seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan
malam,
untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di
sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan
menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua
pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup
berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan,
karena
ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah
mengeluh dengan pekerjaannya?

Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras.
Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak
tsb
harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan
telah
menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan
itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada
siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.

Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk
membuat
sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri
dari
obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya
mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk
membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah
berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.

Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus
berbuat
apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak
permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.

Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari
alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain.
Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil
sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang
tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang
ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak
mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..

Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan
kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh
anaknya
sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang
dilakukan oleh sang ibu???.

==========0000000000==============

Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak
yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang
ibunya. Di
hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain
bersama,
dan bersama2 menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau”
(terjemahannya “Di
Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik”).

Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja
sebagai
penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari.
Hari2
mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak
terkadang
memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia
tahu
ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk
sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.

Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia
berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya
selama
ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak
setelah
pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak
terlalu
mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain
yang perlu dibiayai.

Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari
rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan
tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. “Apakah kamu punya uang?”
tanya
sang pemilik toko. “Tidak sekarang, nanti saya akan punya”, kata sang
anak
dengan serius.

Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli
jam
tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2.
Ketika
menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya “Dari mana kamu mendapatkan uang
itu? Bukan mencuri kan?”. “Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah
hari
ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah.
Selama
sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang
jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit,
tapi
ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia
akan
marah” kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.

Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari.
Sang
anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam
tangan
tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam
tangan
ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana
uang
untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.

“Apakah kamu mencuri, Nak?” Sang anak diam seribu bahasa, ia
tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut.
Setelah
ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah
mencuri. “Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu
sudah
mengajari kamu tentang hal ini?” kata sang ibu.

Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun
ibu
sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak
menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu
perih,
karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus
melakukannya, demi
kebaikan anaknya.

Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga
menuju
ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui
kejadiannya.
“Ia sebenarnya anak yang baik”, kata salah satu tetangganya. Kebetulan
sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu
tetangganya
yang merupakan familinya.

Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak
itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk
menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon
agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.

“Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan
tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya”. Sang anak mengikuti
nasehat
kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2
muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam
tangan
tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di
tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga
menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke
rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk
mengumpulkan uang
membeli jam tangan kesukaan ibunya.

Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan
hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak
kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu?.”Maafkan saya,
Nak.”
“Tidak Bu, saya yang bersalah”???..

===========000=================

Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah,
tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat
sedih akan
hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.

Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam sebuah
kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru
menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya
sendiri.
Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua
biaya
hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa
bantuanmu.

Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka
begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.

===========000==================

Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh.
Dokter
mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang
konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.

Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya.
Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.

Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan
solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya
kepada
sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.

Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya
berkeliling kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira
sekali,
menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau”, lagu kesayangan mereka.
Untuk
sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam
kegembiraan bersama sang anak.

Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak.
Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin
dengan ibu. “Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak”
kata ibu.
“Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa
bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang
untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja
lagi, Bu”, kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah
sang
ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.

Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya
sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang,
sang
anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan
kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya,
sang
anak menolak. “Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu”, teriak sang
anak
dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata
“Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan
nenek akan bermain bersamamu.” “Tidak, aku tidak mau mereka. Saya
hanya mau
ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang
tidak mau
saya lagi”, sang anak mulai menangis.
Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb
tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 “Kalau ibu
sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu”. Sampai pada akhirnya, ibunya
memaksa
dengan mengatakan “Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini”,
ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta2
dengan ledakan tangis yang memilukan.

Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya
begitu
menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan
menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan
baik.
Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah
kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.

Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk
memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya
mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk
mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh
diri
itu dibatalkan, demi anaknya juga??..

============000=========

Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain,
mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun
tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.

Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya.
Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah
mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak
pulang
ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang
memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai
bunga,
sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu
ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan
memberikan semuanya untuk ibu.

Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil
menuju
rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah
kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu
kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di
depan rumah tsb, menangis “Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi.”

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah
terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah
mengatakan
semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar.
Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut.
Polisi
pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari
ini
adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya
mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil
menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun,
setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya.
Sang ibu
tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam
surat itu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa
mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu
membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia
memohon agar bisa menemukan anaknya.

Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya
pernah
pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa
bila
kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas
asih.
Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya
memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar
bisa bertemu dengan dirinya.

Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia
pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya
untuk
dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh
dari
tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah????..

============000==============

Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki
bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan
ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak
telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi
hasilnya
nihil.

Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama
dengan
teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di
persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang
mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak
pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak
berkomat-kamit.

Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama
pacar
untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil
mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah
“Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?”

Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera
menyanyikan lagu “Shi Sang Ci You Mama Hau” dengan suara perlahan, tak
disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka
berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu
menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua
itu dan berteriak dengan haru “Ibu? Ini saya ibu”.

Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya,
“Apakah kamu ??..(nama anak itu)?” “Benar bu, saya adalah anak ibu?”.
Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi
bumi???.
Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya
menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus
mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang
menganggapnya sebagai orang gila?.

============000=============

Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu
bahkan
rela mengorbankan nyawanya?..

Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda,
ataupun disaat Ibu sudah tua :

1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah
aku sebagai gantinya.
2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung
Anda,
diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan
nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ?

Tidak diragukan lagi
“Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini”

++++++++++++++++++++++

Ingin bergabung dalam sebuah MISI MULIA ? Ada 2 tindakan yang dapat Anda
lakukan :

1. Bila Anda beruntung (Ibu Anda masih ada di dunia
ini),
ajaklah ia untuk keluar makan atau jalan2 MALAM INI JUGA. Jangan
ditunda2.
Bila Ibu Anda tinggal di tempat yang terpisah jauh dengan Anda, telponlah
dia malam ini juga, just to say “hello”. Catatlah hari ulang tahunnya,
rayakan, dan bahagiakanlah dia semampu Anda. Hidangkan makanan
favoritnya,
dst.

2. Kirimkan kisah film ini kepada saudara/i Anda, teman2
Anda, maupun rekan2 kerja Anda (minimal 5, kalau 100 org lbh baik lagi
J).
Bagi sebagian dari mereka, kisah ini mungkin akan seperti setetes
embun yang
menyegarkan jiwa mereka, yang terkadang terlalu sibuk dengan aktivitasnya
sendiri. Anda sungguh berjasa dalam hal ini??

Untukmu…Ibu……………..

January 11th, 2007 by aness5577

Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria
berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota
tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba
kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah
yang membuat sang pria jatuh hati.

Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya
menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah
mereka
duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang
terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi
keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan
untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia
sudah
menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.

Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan
wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus
berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya,
sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu,
umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).

Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang
tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena
gagal
membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut
mereka akan sangat merugikan masa depannya.

Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia
memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu
keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh
orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci
anaknya di
dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.

Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah
ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat
terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian
memohon
pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.
Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar,
perkawinan
mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi
anaknya
akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya,
bisnis yang
akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.

Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan
permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan
anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan
untuk
membiayai hidupnya di tempat lain.

Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia
sadar
bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak
kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota
ini,
tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan
uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan
sangat
sulit?.

Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk
meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia
memilih
berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus
mencari
kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. “Walaupun ia
kelak
bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang
berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua”, kata sang ibu.

Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan
bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar
bahwa
keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah
melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama
dalam
menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak
kuat
lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah. Tetesan air
mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.

Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan
lain. Ia
terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota
itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia
bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

==========0000000000==============

Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah
menjadi
seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan
malam,
untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di
sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan
menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua
pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup
berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan,
karena
ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah
mengeluh dengan pekerjaannya?

Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras.
Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak
tsb
harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan
telah
menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan
itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada
siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.

Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk
membuat
sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri
dari
obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya
mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk
membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah
berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.

Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus
berbuat
apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak
permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.

Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari
alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain.
Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil
sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang
tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang
ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak
mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..

Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan
kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh
anaknya
sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang
dilakukan oleh sang ibu???.

==========0000000000==============

Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak
yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang
ibunya. Di
hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain
bersama,
dan bersama2 menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau”
(terjemahannya “Di
Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik”).

Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja
sebagai
penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari.
Hari2
mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak
terkadang
memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia
tahu
ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk
sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.

Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia
berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya
selama
ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak
setelah
pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak
terlalu
mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain
yang perlu dibiayai.

Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari
rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan
tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. “Apakah kamu punya uang?”
tanya
sang pemilik toko. “Tidak sekarang, nanti saya akan punya”, kata sang
anak
dengan serius.

Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli
jam
tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2.
Ketika
menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya “Dari mana kamu mendapatkan uang
itu? Bukan mencuri kan?”. “Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah
hari
ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah.
Selama
sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang
jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit,
tapi
ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia
akan
marah” kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.

Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari.
Sang
anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam
tangan
tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam
tangan
ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana
uang
untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.

“Apakah kamu mencuri, Nak?” Sang anak diam seribu bahasa, ia
tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut.
Setelah
ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah
mencuri. “Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu
sudah
mengajari kamu tentang hal ini?” kata sang ibu.

Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun
ibu
sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak
menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu
perih,
karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus
melakukannya, demi
kebaikan anaknya.

Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga
menuju
ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui
kejadiannya.
“Ia sebenarnya anak yang baik”, kata salah satu tetangganya. Kebetulan
sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu
tetangganya
yang merupakan familinya.

Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak
itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk
menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon
agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.

“Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan
tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya”. Sang anak mengikuti
nasehat
kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2
muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam
tangan
tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di
tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga
menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke
rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk
mengumpulkan uang
membeli jam tangan kesukaan ibunya.

Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan
hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak
kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu?.”Maafkan saya,
Nak.”
“Tidak Bu,

10 Kepribadian Terbaik……Do it

January 9th, 2007 by aness5577

1. Ketulusan
ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang.
Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai
karena yakin tidak akan di bodohi atau di bohongi.
Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura,
mencari-cari alasan atau memutarbalikan fakta.
Prinsipnya ya diatas ya dan tidak diatas tidak. Tentu akan lebih ideal bila
ketulusan yang selembut merpati itu dimbangai dengan kecerdikan seekor ular.
Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2 rendah hati.
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati
justru mengungkapkan kekuatan.
Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati.
Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk.
Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.
Ia bisa membuat orang diatasnya merasa oke dan membuat
orang yang dibawahnya tidak merasa minder.

3. kesetiaan
kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya.
Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan.
Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan
tidak suka berkhianat.

4. positif thinking
orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif,
bahkan dalam situsai yang buruk sekalipun.
Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain,
lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan,
lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam.

5. ceria
karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria,
maka keceriaan tidak ha rus ekspresi wajah dan tubuh,
tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup,
tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan.
Dia bisa menertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri.
Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajiban dengan sungguh2,
kalau melakukan kesalahanan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam, apalagi kambing putih
ato belang tiga gt untuk disalahkan.
Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati , dia tidak menyalahkan siapapun.
Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun
yang dialami dan dirasakannya.

7. Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya,
menghargai dirinya dan menghargai orang orang lai n.
Orang yang percaya diri mudah menyesesuaikan dengan lingkungan dan situasi yang baru.
Dia tau apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. kebesaran jiwa
kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai rasa benci dan permusuhan.
Ketika menghadapi masa2 sukar dia tetap tegar seperti rosa,
tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusaasaan.

9.easy going
Orang easy going menganggap hidup ini ringan.
Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil.
Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar .
dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan.
Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah2 yang berada diluar kontrolnya.

10.empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan.
Orang yang ber-empati bukan saja pendengar yang bai k,
tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.
Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak,
tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri.
Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

PRESS RELEASE ADE WEDDING INVITATION

January 4th, 2007 by aness5577

Assalamualikum……wrwb

PRESS RELEASE
For all graduates Manajemen Perumahsakitan (FKUI) Salemba-Cikini
Year 2001……..
As a Representative of Apriani Paripurna (ADE BAWEL PERPUSTAKAAN CIKINI) we would like to informed and also invite all graduates to attend

ADE & UCOK WEDDING CEREMONY
Date : Saturday, 20 of January 2006
Place : AUDITORIUM PANCAK SILAT TMIII
Time : 19.00-21.00 PM

additional info :
Akad Nikah Ceromony is already hold in:
Friday, 5th of January 2007

FOR FURTER INFORMATION :

ade mobile : 0812-8254597
aness mobile : 0818-920-579
or other officer bawel community

mutiara kata yang memancar

January 3rd, 2007 by aness5577

1. Ketulusan
ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang.
Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai
karena yakin tidak akan di bodohi atau di bohongi.
Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura,
mencari-cari alasan atau memutarbalikan fakta.
Prinsipnya ya diatas ya dan tidak diatas tidak. Tentu akan lebih ideal bila
ketulusan yang selembut merpati itu dimbangai dengan kecerdikan seekor ular.
Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2 rendah hati.
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati
justru mengungkapkan kekuatan.
Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati.
Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk.
Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.
Ia bisa membuat orang diatasnya merasa oke dan membuat
orang yang dibawahnya tidak merasa minder.

3. kesetiaan
kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya.
Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan.
Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan
tidak suka berkhianat.

4. positif thinking
orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif,
bahkan dalam situsai yang buruk sekalipun.
Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain,
lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan,
lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam.

5. ceria
karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria,
maka keceriaan tidak ha rus ekspresi wajah dan tubuh,
tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup,
tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan.
Dia bisa menertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri.
Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajiban dengan sungguh2,
kalau melakukan kesalahanan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam, apalagi kambing putih
ato belang tiga gt untuk disalahkan.
Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati , dia tidak menyalahkan siapapun.
Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun
yang dialami dan dirasakannya.

7. Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya,
menghargai dirinya dan menghargai orang orang lai n.
Orang yang percaya diri mudah menyesesuaikan dengan lingkungan dan situasi yang baru.
Dia tau apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. kebesaran jiwa
kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai rasa benci dan permusuhan.
Ketika menghadapi masa2 sukar dia tetap tegar seperti rosa,
tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusaasaan.

9.easy going
Orang easy going menganggap hidup ini ringan.
Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil.
Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar .
dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan.
Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah2 yang berada diluar kontrolnya.

10.empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan.
Orang yang ber-empati bukan saja pendengar yang bai k,
tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.
Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak,
tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri.
Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

karir_up date

January 3rd, 2007 by aness5577

BANGGA JADI NOMOR 2
Kita masih bisa, kok, tetap bersinar meski berada di bawah bayang-bayang si nomor satu. Begini, nih, caranya:
• Kuasai medan
Saat divisi terlibat proyek penting, libatkan diri dalam proses pengerjaan, jangan hanya pasrah memberikan seluruh pekerjaan ke anak buah. Tindakan ini akan menguntungkan karena kita jadi tahu keseluruhan proses.
Nantinya bila bos besar menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan proyek, kita bisa lancar menjelaskan, deh. Dijamin, bos besar akan terkesan pada kita. Apalagi, bila si nomor satu ternyata nggak tahu apa-apa karena asal terima beres. Keuntungan buat kita, tuh!
• Curi ilmu
Dibandingkan rekan kantor yang kedudukannya berada di bawah, tentunya kita memiliki akses lebih luas untuk segala hal, termasuk dalam urusan mencuri ilmu. Kapan lagi coba, bisa langsung nyuri ilmu dari orang paling berkuasa di divisi kita? Kesempatan emas yang nggak boleh dilewatkan, tuh!
Jangan ragu, deh, bertanya bila memang ada hal yang nggak kita mengerti. Selain itu, diam-diam amati bagaimana cara si nomor satu mengatasi masalah. Catat baik-baik, tiru yang sukses dan belajar dari kegagalannya.
• Berani menempuh risiko
Jika selama ini kita selalu bermain di zona aman, sekarang saatnya ‘keluar kandang’ dan berani ambil risiko. Jika ada proyek sulit dan si nomor satu merasa ragu mengerjakan, tawarkan diri saja! Kalau nantinya tugas yang kita lakukan sukses, tentu poin kita di mata bos besar akan naik.
Tapi, tentunya kita harus bertanggung jawab. Jangan nekat menawarkan diri kalau kemampuan kita ternyata memang nggak mencukupi. Bisa-bisa, citra kita malah rusak karena hasil kerja berantakan.
Jika semua hal tersebut telah kita lakukan, usaha terakhir yang nggak boleh dilupakan adalah berdoa. Minta pada Tuhan supaya si nomor satu segera ditawari bekerja di tempat lain, sehingga posisinya kosong dan bisa kita isi… he he he.

tips & trip

January 3rd, 2007 by aness5577

MEJA KERJA = SARANG PENYAKIT?
Meja kerja yang berantakan bisa menularkan penyakit. Mulai dari kelas ringan seperti flu, atau bisa merembet ke yang lebih berat seperti cedera permanen,! Ternyata masalah meja kerja nggak main-main….
• Pengaruh Feng Shui
Tidak sedikit orang percaya, bahwa posisi bisa menentukan ‘nasib’ kita. Salah satunya adalah ilmu Feng Shui, yang banyak dipraktekkan orang untuk mendapatkan kesuksesan. Nah, menurut Feng Shui, meja kerja tidak boleh membelakangi pintu masuk atau mendominasi ruangan kerja karena akan menghalangi aliran energi positif. Tambahan lagi, jika setiap kali kita harus memutar leher untuk melihat orang yang lewat di depan meja kerja kita, hati-hati…. selain bisa keseleo, bos atau rekan kerja bisa mengintip semua pekerjaan kita. No more privacy bisa merusak kesehatan suasana kerja juga….
• Duduk Manis
Stres akibat posisi duduk yang buruk bisa menyebabkan cedera punggung dan leher yang permanen. Apabila susunan meja kerja tidak memenuhi kebutuhan, kita berpotensi terkena stres, sakit kepala, sakit punggung dan juga nyeri pada bahu. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan posisi duduk yang baik:
- Kaki menapak di lantai dengan posisi bahu rileks.
- Pastikan bahwa punggung tersangga dengan baik.
- Posisi lengan bawah horizontal dengan kepala sedikit miring.
- Sesekali berdiri dan berjalan berkeliling ruangan sebentar, agar tubuh tidak berada pada posisi yang sama sepanjang hari.